Ribuan Siswa Kena COVID-19 di Sekolah !! Ini Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona di Lingkungan Sekolah

23 September 2021

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyoroti munculnya klaster COVID-19 di sekolah usai pembelajaran tatap muka (PTM) kembali dilakukan.

Ribuan siswa terinfeksi COVID-19 saat sekolah tatap muka. Dari seluruh jenjang, siswa SD dilaporkan paling banyak tertular COVID-19.

Data dari Kemendikbudristek menunjukkan ada 1.296 klaster sekolah dan 581 di antaranya terjadi di sekolah dasar dan menyebabkan 6.908 siswa SD terkena COVID-19.

Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengkhawatirkan terjadinya penularan COVID-19 pada anak. Terlebih, mereka termasuk kelompok yang belum bisa mendapatkan vaksin Corona.

Untitled-3

Virus Corona bisa dicegah dan disembuhkan bila setiap orang, khususnya guru dan orangtua, melakukan langkah-langkah tepat dalam menghadapi serangan virus ini.

Berikut langkah pencegahan penularan Virus Corona di lingkungan sekolah, tempat les dan lokasi keramaian yang kerap didatangi oleh anak :

 

1. CTPS

Sederhana, namun inilah langkah pencegahan yang utama dalam menangkal penyebaran beragam virus, termasuk virus Corona, yakni Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Guru dan orangtua harus membiasakan anak-anak untuk mencuci tangan saat:

 

  • Akan memulai pelajaran di kelas.

  • Saat akan makan.

  • Usai ke kamar mandi.

  • Usai bermain dan berkegiatan.

  • Saat tiba di rumah sepulang sekolah.

 

 "Termasuk cuci tangan setelah menyentuh hewan peliharaan atau produk yang berkaitan dengan hewan. Baiknya hindari kontak dengan hewan liar, hindari kontak dengan sampah atau cairan kotor, apabila terpaksa kontak sebaiknya memakai sarung tangan.

 

2. Aktifkan ruang UKS

Gejala awal virus Corona tidak spesifik bahkan tidak ada perbedaan dengan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) seperti batuk dan pilek, ujar Wisnu. Bisa berupa demam, batuk, sesak nafas, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, lemas, sakit kepala, dan nyeri otot. Untuk itu, guru dan orangtua disarankan untuk tidak salah prosedur seperti percaya pada cara-cara pencegahan dan penanganan di media sosial yang tak jelas sumbernya.

 

3. Disinfektan ruang kelas

Membersihkan ruang kelas dengan disinfektan secara rutin perlu dilakukan oleh pihak sekolah mengingat ruang kelas umumnya tertutup dan menjadi ruang potensial penyebaran virus. Tak hanya ruang kelas, namun meja, buku-buku, dan mainan yang sering disentuh banyak orang baiknya juga dibersihkan secara rutin untuk mengurangi berkembangbiaknya virus maupun bakteri.

4. Ajak anak gunakan masker dengan benar

"Masker merupakan komponen penting dalam mencegah penularan virus Corona, karena virus tersebut di tularkan lewat udara, pemakaian masker bisa mengurangi penularan sampai tingkat keberhasilan 80 persen," kata Wisnu. Wisnu menerangkan bahwa masker yang dipakai bisa berupa masker bedah dan tidak harus masker N95. Sebab masker N95 umumnya lebih mahal dan bisa membuat anak merasa tidak nyaman.

 

5. Ajari anak etika saat sakit

Selain melakukan pencegahan, baiknya orangtua dan guru juga memberi pemahaman pada anak tentang etika saat sedang sakit agar tidak menularkan virus pada teman-temannya. Caranya, ajak anak yang sedang sakit batuk dan pilek untuk mengenakan masker. Minta anak untuk menggunakan tisu saat bersin dan batuk, lalu membuangnya di tempat sampah. Tak lupa, minta mereka untuk sering-sering mencuci tangan, hidung maupun mulut.

 

6. Bekal dari rumah

Virus bisa menyebar melalui makanan yang terkontaminasi, misalnya terkena bersin atau tersentuh tangan orang yang sedang sakit. Untuk itu, ada baiknya bila orangtua membekali anak makanan rumahan yang lebih terjamin kebersihannya.

 

7. Bekal sehat imun kuat

Menurut Wisnu, ada sejumlah hal yang bisa memengaruhi kecepatan kesembuhan seseorang terhadap virus, yakni kecepatan penanganan pasien, daya tahan tubuh pasien waktu terjangkit virus dan apakah ada penyakit berat yang sedang dialami. Sehingga, selain melakukan langkah pencegahan "eksternal", orangtua juga perlu memastikan anak memiliki daya tahan tubuh yang baik sebagai pencegahan "internal".

 

Untuk itu, pastikan anak-anak tak hanya dibekali makanan yang bersih dan matang, namun juga bergizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari dalam.

 

#staysafe

#stayhealth













 

sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5736189/banyak-siswa-sd-kena-corona-pakar-idi-khawatir-rs-dibanjiri-anak-anak

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5736535/ribuan-siswa-kena-covid-19-di-sekolah-yakin-kasus-corona-di-ri-turun-drastis

https://edukasi.kompas.com/read/2020/03/03/12104981/7-langkah-pencegahan-penularan-virus-corona-di-lingkungan-sekolah?page=all

 

Artikel Terkait Lainnya

6 Ciri Stainless Asli & Ber-SNI, Bukan Cuma Tes Magnet

25 June 2026

Pernah dengar saran yang bilang, "kalau mau tahu stainless itu asli atau tidak, tinggal tempelk

Lihat Selanjutnya

Bukan Cuma untuk Susu! 5 Kegunaan Panci Susu Stainless di Dapur

13 June 2026

Punya panci susu stainless di dapur yang hanya dikeluarkan saat mau memanaskan susu? Jika iya, kamu

Lihat Selanjutnya

Serok Stainless Susah Dibersihkan? Ini Trik yang Jarang Diketahui

06 June 2026

Kamu baru saja menggoreng ayam, ikan, atau tempe, dan sekarang mencoba mencuci serok stainless kesay

Lihat Selanjutnya

6 Teknik Potong Bahan Makanan Pakai Pisau Stainless Hasil Rapi Seperti Koki Profesional

26 May 2026

Pernahkah kamu melihat video seorang koki profesional yang memotong bawang dengan kecepatan luar bia

Lihat Selanjutnya

Pentingkah Serok Stainless Berbahan SS 304? Simak 4 Alasannya

06 May 2026

Pernahkah kamu merasa frustrasi ketika serok masak kesayanganmu mulai menunjukkan bercak oranye kara

Lihat Selanjutnya